Perawatan Atomic Absorption Spectrometry (AAS)

Perawatan Atomic Absorption Spectrometry (AAS)

Perawatan Bagian Permukaan Instrumen

            Debu dan uap yang terkondensasi dapat terakumulasi pada wadah instrumen dan juga cairan korosif dapat tumpah pada instrumen. Untuk meminimalkan terjadinya kerusakan, dapat dilakukan dengan membersihkan permukaan instrumen menggunakan air atau larutan deterjen dan tidak menggunakan pelarut organik sebagai pembersih. Jendela kompartemen sampel dan juga jendela lampu dapat terakumulasi oleh debu dan juga sidik jari, maka hal ini dapat dibersihkan dengan menggunakan kertas tissu halus dengan methanol atau ethanol dan juga air. Apabila jendela tersebut tidak bersih, maka akan dapat ditemukan noise pada sinyal hollow cathode lamp dan hasil analisa menjadi non-reproducible. Di laboratorium di mana konsentrasi tinggi dari debu atau uap tidak dapat dihindari, maka harus dijadwalkan pemeriksaan tahunan oleh teknisi servis untuk menjaga efisiensi transmisi cahaya optik dalam instrumen. Pemeriksaan tahunan oleh teknisi servis dilakukan oleh vendor instrumen AAS yang digunakan.

 

Contoh Instrumen AAS

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Atomic_absorption_spectroscopy

 

 

Perawatan Komponen Flame

            Komponen flame pada AAS dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu nebulizer, spray chamber, dan juga burner. Setiap bagian memerlukan perawatan rutin untuk menjamin performa instrumen tetap dalam kondisi yang optimum. Perawatan dari komponen flame ini dilakukan oleh teknisi servis vendor instrumen atau dapat juga dilakukan oleh personel laboratorium yang sudah terlatih serta tersertifikasi.

  • Nebulizer

            Bagian nebulizer merupakan bagian dari flame AAS yang terdiri dari tabung kapiler dan juga badan nebulizer. Perawatan dilakukan dengan selalu memastikan bahwa tabung kapiler plastik yang digunakan dipasang dengan benar ke kapiler nebulizer. Perawatan nebulizer harus selalu dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak terjadinya kebocoran udara, karena setiap kebocoran udara yang terjadi pada tabung kapiler akan dapat mengganggu proses analisa dengan menggunakan instrumen AAS.

 

Bagian-bagian Nebulizer AAS

Sumber : https://blogs.maryville.edu/aas/sample-introduction-3-2/

 

  • Spray Chamber

            Pada saat nebulizer dikeluarkan dari instrumen untuk diperiksa, maka spray chamber juga harus dilepas, dibongkar, dan juga dibersihkan dengan cara membuang semua cairan yang tersisa di dinding-dinding spray chamber dan cuci secara menyeluruh dengan menggunakan air dan juga bilas seluruhnya kemudian dikeringkan. Pemeriksaan dan perawatan terhadap spray chamber harus dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak adanya penyumbatan di saluran masuknya gas.

Bagian-bagian Spray Chamber AAS

Sumber : https://blogs.maryville.edu/aas/sample-introduction-3-2/

 

  • Burner

            Area yang cukup menjadi perhatian pada instrumen AAS ini adalah burner atau pembakar. Selama proses analisa, karbon/endapan garam dapat menumpuk di bagian burner yang akan dapat menyebabkan perubahan pada rasio bahan bakar/ oksidan dan juga profil nyala api. Untuk meminimalkan terjadinya akumulasi zat-zat tersebut maka matikan api dan gunakan strip pembersih kuningan yang disertakan dengan instrumen. Masukkan strip ke dalam slot burner dan gerakkan bolak-balik melalui slot. Ini akan menghilangkan partikel yang akan terbawa setelah api menyala. Perawatan pada burner harus dilakukan secara berkala agar proses pembakaran sampel pada burner dapat terjadi secara optimal.

Sumber : http://chemicalinstrumentation.weebly.com/flame-aas.html

 

 

Perawatan Bagian Autosampler

 

            Komponen autosampler memerlukan perawatan rutin, meliputi botol bilasan, syringe, dan juga tabung kapiler untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi dan meningkatkan produktivitas hasil analisis. Botol bilasan dapat direndam dalam 20% HNO3 dan dilakukan pembilasan dengan air deionisasi. Pembersihan tersebut juga dapat dilakukan pada tabung kapiler sehingga dapat menjaga kapiler sampel dalam kondisi bersih dan membantu mendapatkan presisi yang baik.

Perawatan Suplai Gas

                Beberapa jenis gas dapat digunakan sebagai suplai gas untuk instrumen AAS, seperti udara, dinitrogen oksida, dan juga asetilen. Masing-masing gas menyuplai gas ke dalam instrumen melalui pipa sistem dan juga selang karet. Untuk gas asetilen harus menggunakan jenis pipa stainlesss steel atau besi. Selalu periksa sambungan pipa/selang secara berkala untuk menghindari terjadinya kebocoran gas, terutama setelah melakukan penggantian tabung gas. Pengecekan kebocoran pipa gas ini dapat menggunakan alat detektor kebocoran. Selalu periksa juga bagian selang karet yang tersambung ke instrumen secara berkala.

Tabung Gas Asetilen Sebagai Suplai Gas AAS

Sumber : https://petrogasindustri.com/products/gas-industri-gas-medis/

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *