Hollow Cathode Lamp pada Atomic Absorption Spectrometry (AAS)

Hollow Cathode Lamp pada Atomic Absorption Spectrometry (AAS)

            Sumber cahaya atau light source yang digunakan pada Atomic Absorption Spectrometry (AAS) berupa hollow cathode lamp atau lampu katoda berongga yang sesuai dengan elemen yang diukur/dianalisa. Hollow cathode lamp berisi anoda tungsten dan katoda berongga silinder yang terbuat dari elemen yang akan ditentukan yang disegel dalam tabung kaca yang diisi dengan gas inert, misalnya neon atau argon pada tekanan antara 1 Nm-2 dan 5 Nm-2 .

Sumber : https://www.philadelphia.edu.jo/academics/ajaber/uploads/CHEM%20540-061-Atomic%20Absorption%20Spectroscopy.pdf

 

            Hollow cathode lamp pada AAS spesifik digunakan untuk elemen-elemen logam sesuai dengan yang diukur/dianalisa. Jenis lampu HCL sesuai dengan elemen-elemen logamnya beserta batas deteksi masing-masing untuk analisa menggunakan AAS dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Limit Deteksi (ng/mL) Masing-masing Jenis Lampu HCL Menggunakan AAS

Sumber : Skoog, D.A., West, B.M., Holler, F.J. and Crouch, S.R., 2014, Fundamental of Analytical Chemistry, Ninth Edition, Brooks/Cole-Thomson Learning, Inc, USA.

 

 

            Ionisasi beberapa atom gas terjadi dengan menerapkan beda potensial sekitar 300–400 V antara anoda dan katoda. Ion gas ini akan membombardir katoda dan mengeluarkan atom logam dari katoda dalam proses yang disebut sputtering. Beberapa atom sputtered berada dalam keadaan tereksitasi dan memancarkan karakteristik radiasi logam saat jatuh kembali ke keadaan dasar.

 

            Bentuk katoda memusatkan radiasi ke dalam sinar yang mampu melewati jendela kuarsa dan bentuk lampu yang sedemikian rupa sehingga sebagian besar atom yang terputus-putus dapat ditempatkan kembali di katoda. Pada instrumen AAS terdapat tempat tersendiri untuk memasang hollow cathode lamp yang dapat memuat beberapa jenis lampu secara bersamaan dan tempat tersebut dapat berputar sehingga lampu yang sesuai dapat dengan cepat dipilih.

Tempat Hollow Cathode Lamp di dalam AAS

Sumber : https://www.researchgate.net/publication/308371884

 

            Hollow cathode lamp harus memiliki persyaratan seperti di bawah ini agar dapat menghasilkan analisa yang maksimal :

  • Sensitifitas tinggi : hollow cathode lamp yang digunakan harus memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi karena apabila sensitifitas yang dimiliki rendah maka akan dapat menurunkan kemampuan deteksi terhadap jenis logam yang dianalisa menggunakan AAS.

Untuk tingkat sensitifitas pada AAS dapat diketahui dengan menentukan sensitifitas absorbansi dan presisinya. Penentuan ini dapat dilakukan dengan mengukur absorbansi dari deret certified reference material (CRM) Cu untuk AAS flame dan AAS graphite furnace, serta menggunakan CRM arsen untuk AAS hydride, yang kemudian dibandingkan nilai %RSD nya terhadap masing-masing jenis standar yang digunakan.

 

  • Stabilitas tinggi atau noise rendah : hollow cathode lamp yang digunakan harus memiliki tingkat stabilitas yang tinggi dan noise yang dihasilkan juga rendah, karena apabila stabilitas yang dimiliki rendah atau noise tinggi maka akan menurunkan presisi dan akurasi dari AAS itu sendiri.

 

  • Memiliki lifetime yang lama : apabila hollow cathode lamp yang digunakan memiliki lifetime atau waktu pengoperasian yang pendek maka akan dapat menyebabkan biaya perawatan lebih mahal dan juga akan dapat mengurangi produktivitas dari lampu yang digunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *