Jenis-jenis pH Meter dan cara Pemeliharaannya

Jenis-jenis pH Meter dan cara Pemeliharaannya

Terdapat 2 jenis pH meter yang sering digunakan dalam pengujian, yaitu pH meter air dan juga pH meter tanah. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai masing-masing jenis pH meter :

  1. pH Meter Air

pH meter air digunakan untuk mengukur pH pada larutan. pH meter air ini memiliki 2 jenis yaitu pH meter laboratorium dan juga pH meter kantong. Kedua jenis pH meter ini memiliki kegunaan yang hampir sama, akan tetapi perbedaannya terdapat pada pH meter kantong ini cenderung lebih praktis dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Akan tetapi, pH meter kantong memiliki tingkat akurasi yang cukup terbatas jika dibandingkan dengan pH meter laboratorium. Untuk pH meter laboratorium tidak hanya dapat digunakan untuk mengukur pH saja, akan tetapi dapat juga digunakan untuk mengukur suhu serta konduktivitas larutan.

2. pH Meter Tanah

            pH meter tanah memiliki fungsi untuk mengukur pH dari suatu tanah yang berada pada tingkat kedalaman tertentu. Selain itu, pH meter tanah dapat juga digunakan untuk mengukur tingkat kelembapan tanah, kadar sinar matahari yang terdapat di dalam tanah, dan juga tingkat kesuburan tanah dengan mengetahui kadar kandungan mineral-mineral dalam tanah.

            Pengukuran dengan menggunakan pH meter tanah memerlukan kalibrasi terlebih dahulu agar diperoleh hasil yang akurat dan presisi. Penggunaan alat ini cukup mudah yaitu hanya dengan memasukkan alat ini ke dalam tanah, pegang bagian atasnya, dan tunggu beberapa menit hingga hasil pengukuran pH ditunjukkan oleh alat

Perawatan

pH meter harus dirawat dan dipelihara secara berkala agar tetap bisa menghasilkan data yang akurat dan presisi serta agar dapat menjaga umur pakai dari alat pH meter tersebut. Pemeliharaan pH meter dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut, seperti :

  • Dilakukan pembersihan elektroda secara berkala minimal 1 minggu sekali dengan menggunakan larutan HCl 0.1 N (encer) dengan cara merendam elektroda selama 30 menit dan kemudian dibersihkan dengan menggunakan air bebas mineral.

  • Apabila alat pH meter ini tidak digunakan, maka elektrodanya terutama bagian gelembung gelasnya harus selalu berada pada keadaan yang lembab, hal ini dapat dilakukan dengan cara merendamnya dengan menggunakan larutan KCl. Penyimpanan elektroda pada posisi kering akan dapat menyebabkan membran gelas pada gelembung elektroda akan mudah rusak dan mempengaruhi keakuratan dalam proses pembacaan pH.

  • Penyimpanan pH meter tidak boleh disimpan pada suhu ruangan yang terlalu panas karena akan dapat menyebabkan sensor suhu pada pH meter mengalami kerusakan.

  • Setelah alat pH meter ini digunakan, pastikan elektrodanya bersih dari larutan yang telah diperiksa pH nya.

  • Agar terhindar dari kerusakan karena kesalahan pemakaian maka ikuti petunjuk pabrikan (manualnya) apabila akan menggunakan alat pH meter.

  • Selalu pastikan alat pH meter dalam keadaan mati “off” setelah digunakan.